Posted by cakfu @ 17:58 on November 17th 2004

Teologi Kecacatan

Kecacatan bagi sebagian besar masyarakat kita masih dipandang sebagai aib. Lebih dari itu ada sebagian masyarakat awam kita yang melihat kecacatan sebagai kutukan dari Tuhan atas dosa yang diperbuat oleh orang tua atau nenek moyang si penyandang cacat. Pandangan negatif yang melekat di masyarakat kita tersebut telah berakibat buruk pada kehidupan psikologis dan sosial para penyandang cacat. Sebagai akibatnya banyak dari mereka yang hidup dalam keterpurukan ekonomi dan menjalani hidup dengan perlakuan diskriminatif dari masyarakat.

Kecacatan pada dasarnya merupakan persoalan sosial yang butuh penanganan serius sebagaimana masalah sosial lainnya. Hal ini dikarenakan bukan saja karena kecacatan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, namun juga karena jumlah penyandang cacat dinegeri kita berbanding lurus dengan frekwensi konflik sosial politik yang marak terjadi akhir-akhir ini.Yang lebih memprihatinkan lagi adalah fakta bahwa sebagian besar dari populasi penyandang cacat hidup dalam kemiskinan. Kondisi tersebut terjadi karena terbatasnya akses mereka dalam bidang ekonomi, pendidikan, pelayanan umum dan politik. Disamping itu secara umum masyarakat kita belum dapat menerima keberadaan kelompok penyandang cacat secara penuh sebagai bagian integral masyarakat. Keengganan masyarakat ini sangat erat hubungannya dengan mitos dan kepercayaan kuno yang masih melekat dalam masyarakat kita bahwa kecacatan adalah akibat buruk atau dosa yang harus ditanggung oleh seseorang dari perbuatan yang melanggar norma sosial. Kepercayaan yang tanpa dasar ini telah ditularkan turun temurun dari generasi ke generasi hingga berakibat buruk pada kehidupan para penyandang cacat saat ini.
(more…)