<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Difable dan Bencana Alam</title>
	<atom:link href="http://cakfu.info/2006/07/difable-dan-bencana-alam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cakfu.info/2006/07/difable-dan-bencana-alam/</link>
	<description>Berbagi Gagasan untuk Membangun Kesetaraan</description>
	<lastBuildDate>Wed, 23 Nov 2011 11:06:04 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: heru</title>
		<link>http://cakfu.info/2006/07/difable-dan-bencana-alam/comment-page-1/#comment-9185</link>
		<dc:creator>heru</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 03:00:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakfu.info/?p=7#comment-9185</guid>
		<description>&lt;p&gt;Cak Fu,
Persoalan difabel dan bencana memang cukup kompleks. managemen bencana, dengan menempatkan difabel di dalamnya membutuhkan sebuah kajian yang menyeluruh, dari ketika bencana itu terjadi, masa darurat pasca bencana atau keadaan setelah itu. beberapa poin sudah cukup jelas tertulis, tapi saya tidak menemukan sebuah bahasan khusus siapa saja yang seharusnya menjadi aktor dalam pelaksanaan managemen tersebut. pengalaman saya bergabung dengan Dria Manungggal Yogyakarta, ketika melaksanakan program Disability Focal Point, kita seperti berdiri sendiri tanpa dukungan dari pemerintah maupun organisasi lain. bahwa difabel merupakan prioritas dalam pemberian mungkin semua pihak memperhatikannya, tapi bantuan seperti apa yang harus diberikan dan bagaimana pendampingan terhadap mereka tidak banyak yang memahami. justru seringkali distribusi bantuan menempatkan difabel sebagai sosok yang harus dikasihani, yang pada akhirnya memberikan baban tambahan bagi mental mereka.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;salam&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cak Fu,<br />
Persoalan difabel dan bencana memang cukup kompleks. managemen bencana, dengan menempatkan difabel di dalamnya membutuhkan sebuah kajian yang menyeluruh, dari ketika bencana itu terjadi, masa darurat pasca bencana atau keadaan setelah itu. beberapa poin sudah cukup jelas tertulis, tapi saya tidak menemukan sebuah bahasan khusus siapa saja yang seharusnya menjadi aktor dalam pelaksanaan managemen tersebut. pengalaman saya bergabung dengan Dria Manungggal Yogyakarta, ketika melaksanakan program Disability Focal Point, kita seperti berdiri sendiri tanpa dukungan dari pemerintah maupun organisasi lain. bahwa difabel merupakan prioritas dalam pemberian mungkin semua pihak memperhatikannya, tapi bantuan seperti apa yang harus diberikan dan bagaimana pendampingan terhadap mereka tidak banyak yang memahami. justru seringkali distribusi bantuan menempatkan difabel sebagai sosok yang harus dikasihani, yang pada akhirnya memberikan baban tambahan bagi mental mereka.</p>
<p>salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: nanang</title>
		<link>http://cakfu.info/2006/07/difable-dan-bencana-alam/comment-page-1/#comment-399</link>
		<dc:creator>nanang</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Feb 2007 02:42:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakfu.info/?p=7#comment-399</guid>
		<description>&lt;p&gt;apakah cak fu punya desain tata ruang yang aksesibel (barriers free--manual design for diffable).
makasih&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apakah cak fu punya desain tata ruang yang aksesibel (barriers free&#8211;manual design for diffable).<br />
makasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

