<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mewujudkan Surabaya untuk Semua</title>
	<atom:link href="http://cakfu.info/2006/07/mewujudkan-surabaya-untuk-semua/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cakfu.info/2006/07/mewujudkan-surabaya-untuk-semua/</link>
	<description>Berbagi Gagasan untuk Membangun Kesetaraan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Jun 2010 11:38:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: rizkya</title>
		<link>http://cakfu.info/2006/07/mewujudkan-surabaya-untuk-semua/comment-page-1/#comment-8551</link>
		<dc:creator>rizkya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 09:37:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakfu.info/?p=8#comment-8551</guid>
		<description>&lt;p&gt;Saya sangat tertarik sekali dengan artikel yang cak fu buat. Meski Anda buat tahun 2006 akan tetapi  artikel anda masih relavan dengan kondisi yang terjadi sekarang. Secara hukum, sebenarnya memang kaum difabel telah memiliki produk hukum yang lumayan memadai sebagai perlindungan dan jaminan hukum. Akan tetapi dalam kenyataannya, hukum hanya sekedar dibuat dan belum terimplementasikan secara optimal. Terbukti dengan masih kurangnya hak-hak yang sama yang diperoleh difabel seperti halnya dengan warga negara lain terutama dalam pemenuhan aksesibilitas fasilitas maupun prasarana publik lainnya. Padahal dalam kehidupannya difabel juga tidak lepas dari aktifitas dan mobilitas dalam menjalani kesehariannya. Saya sebagai mahasiswi tingkat akhir juga  tertarik untuk mengangkat tugas akhir skripsi saya dengan judul implementasi kebijakan pemda...dalam penyediaan fasilitas dan bangunan umum bagi difabel. Tetapi sama halnya dengan saudara fattah saya juga mengalami kesulitan dalam mencari sumber-sumber yang ada. Untuk itu mohon kepada cak fu untuk dapat membantu saya dalam memberikan informasi tentang sumber-sumber buku maupun informasi lainnya yang terkait dengan hal ini dengan membalas melalui email saya. Atau mungkin jika saudara fattah membaca email saya ini juga dapat memberikan informasi dan pengalaman Anda, karena yang kita teliti sama meski daerahnya berbeda. 
terimakasih kepada cakfu, saya selalu tunggu artikel-artikel anda yang lain. Sukses untuk semua. Amien.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sangat tertarik sekali dengan artikel yang cak fu buat. Meski Anda buat tahun 2006 akan tetapi  artikel anda masih relavan dengan kondisi yang terjadi sekarang. Secara hukum, sebenarnya memang kaum difabel telah memiliki produk hukum yang lumayan memadai sebagai perlindungan dan jaminan hukum. Akan tetapi dalam kenyataannya, hukum hanya sekedar dibuat dan belum terimplementasikan secara optimal. Terbukti dengan masih kurangnya hak-hak yang sama yang diperoleh difabel seperti halnya dengan warga negara lain terutama dalam pemenuhan aksesibilitas fasilitas maupun prasarana publik lainnya. Padahal dalam kehidupannya difabel juga tidak lepas dari aktifitas dan mobilitas dalam menjalani kesehariannya. Saya sebagai mahasiswi tingkat akhir juga  tertarik untuk mengangkat tugas akhir skripsi saya dengan judul implementasi kebijakan pemda&#8230;dalam penyediaan fasilitas dan bangunan umum bagi difabel. Tetapi sama halnya dengan saudara fattah saya juga mengalami kesulitan dalam mencari sumber-sumber yang ada. Untuk itu mohon kepada cak fu untuk dapat membantu saya dalam memberikan informasi tentang sumber-sumber buku maupun informasi lainnya yang terkait dengan hal ini dengan membalas melalui email saya. Atau mungkin jika saudara fattah membaca email saya ini juga dapat memberikan informasi dan pengalaman Anda, karena yang kita teliti sama meski daerahnya berbeda.<br />
terimakasih kepada cakfu, saya selalu tunggu artikel-artikel anda yang lain. Sukses untuk semua. Amien.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fattah-malang</title>
		<link>http://cakfu.info/2006/07/mewujudkan-surabaya-untuk-semua/comment-page-1/#comment-7</link>
		<dc:creator>fattah-malang</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Aug 2006 04:10:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakfu.info/?p=8#comment-7</guid>
		<description>cak fu kebetulan saya lagi nyusun skripsi tentang aksesibulitas fasilitas publik kota malang bagi paca, tapi cari literatur bukunya susaaaaaaaaah bgt? gmana neh bisa bantu ga? kasih judul bukunya deh biar ayas cari di toko buku. sukur2 kalo mau reot2 pinjemin saya!!! tulung yo cak!! bales lewat email ae yo cak
suwun</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>cak fu kebetulan saya lagi nyusun skripsi tentang aksesibulitas fasilitas publik kota malang bagi paca, tapi cari literatur bukunya susaaaaaaaaah bgt? gmana neh bisa bantu ga? kasih judul bukunya deh biar ayas cari di toko buku. sukur2 kalo mau reot2 pinjemin saya!!! tulung yo cak!! bales lewat email ae yo cak<br />
suwun</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: zainul</title>
		<link>http://cakfu.info/2006/07/mewujudkan-surabaya-untuk-semua/comment-page-1/#comment-6</link>
		<dc:creator>zainul</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jul 2006 07:23:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakfu.info/?p=8#comment-6</guid>
		<description>Saya salut dengan pandangan-pandangan Cak Fu. Apa lagi pemikiran untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota yg ramah terhadap anak berkebutuhan khusus. Memang kalau saya amati dan saya rasakan Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia tidak mencerminkan besarnya perhatian terhadap kaum divable. Bahkan sangat jauh dibanding kota-kota lain yang sangat care terhadap mereka. Ketika saya datang 4 tahun yang lalu saya benar2 kaget dengan kehidupan divable di Surabaya. Mereka seolah-olah tidak tersentuh oleh dinamika kehidupan. Tentu saja ini adalah tanggung jawab pejabat-pejabat daerah setempat, namun sepertinya kewajiban itu terkubur di bawah ramainya   Kota Surabaya yg sebenarnya sepi dari peri kemanusiaan dan peri keadilan.
Dalam kesempatan ini saya ingin menyatakan dukungan yg besar terhadap Cak Fu untuk menyuarakan kepentingan-kepentingan para penyandang cacat di Surabaya. Dan kalau blh saya iongin mengenal Cak Fu lebih jauh via e-mail.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya salut dengan pandangan-pandangan Cak Fu. Apa lagi pemikiran untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota yg ramah terhadap anak berkebutuhan khusus. Memang kalau saya amati dan saya rasakan Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia tidak mencerminkan besarnya perhatian terhadap kaum divable. Bahkan sangat jauh dibanding kota-kota lain yang sangat care terhadap mereka. Ketika saya datang 4 tahun yang lalu saya benar2 kaget dengan kehidupan divable di Surabaya. Mereka seolah-olah tidak tersentuh oleh dinamika kehidupan. Tentu saja ini adalah tanggung jawab pejabat-pejabat daerah setempat, namun sepertinya kewajiban itu terkubur di bawah ramainya   Kota Surabaya yg sebenarnya sepi dari peri kemanusiaan dan peri keadilan.<br />
Dalam kesempatan ini saya ingin menyatakan dukungan yg besar terhadap Cak Fu untuk menyuarakan kepentingan-kepentingan para penyandang cacat di Surabaya. Dan kalau blh saya iongin mengenal Cak Fu lebih jauh via e-mail.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
