<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: TUHAN TIDAK MENERIMA TAMU DIFABEL</title>
	<atom:link href="http://cakfu.info/2006/09/tuhan-tidak-menerima-tamu-difabel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cakfu.info/2006/09/tuhan-tidak-menerima-tamu-difabel/</link>
	<description>Berbagi Gagasan untuk Membangun Kesetaraan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Aug 2010 09:31:44 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
	<item>
		<title>By: fahrur</title>
		<link>http://cakfu.info/2006/09/tuhan-tidak-menerima-tamu-difabel/comment-page-1/#comment-14753</link>
		<dc:creator>fahrur</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 11:01:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakfu.info/?p=38#comment-14753</guid>
		<description>gagasan yang layak jadi bahan renungan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gagasan yang layak jadi bahan renungan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: tedonk</title>
		<link>http://cakfu.info/2006/09/tuhan-tidak-menerima-tamu-difabel/comment-page-1/#comment-8657</link>
		<dc:creator>tedonk</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 06:26:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakfu.info/?p=38#comment-8657</guid>
		<description>&lt;p&gt;Assalamu &#039;alaikum..&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;salam hormat saya buwat cak Fu..&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;sebuah kasus yg sangat mengiris hati saya dan temen2 di kampus.
Saat ini, di kampus kami UIN Malang juga lagi banyak membahas tentang hal ini, permasalahan ttg sodara-sodara kami yang diffable dan menjadi kaum yg termarjinalkan di Negeri yg katanya sudah merdeka.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Doakan kami semoga kami bisa menjadi seorang Arsitek yang berguna bagi setiap insan di Bumi Allah ini.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Wassalamu &#039;alaikum..&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;alaikum..</p>
<p>salam hormat saya buwat cak Fu..</p>
<p>sebuah kasus yg sangat mengiris hati saya dan temen2 di kampus.<br />
Saat ini, di kampus kami UIN Malang juga lagi banyak membahas tentang hal ini, permasalahan ttg sodara-sodara kami yang diffable dan menjadi kaum yg termarjinalkan di Negeri yg katanya sudah merdeka.</p>
<p>Doakan kami semoga kami bisa menjadi seorang Arsitek yang berguna bagi setiap insan di Bumi Allah ini.</p>
<p>Wassalamu &#8216;alaikum..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cak alphin</title>
		<link>http://cakfu.info/2006/09/tuhan-tidak-menerima-tamu-difabel/comment-page-1/#comment-7335</link>
		<dc:creator>cak alphin</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Jan 2008 02:40:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakfu.info/?p=38#comment-7335</guid>
		<description>&lt;p&gt;calon istri saya adalah seorang difabel (kaki kirinya menggunakan brace, yang hampir imposible dilepas ditengah perjalanan) kalo saya jalan-jalan kemana (kebetulan saya hobi touring, dan calon saya seneng banget kalo jalan-jalan keluar rumah, biasalah tadinya selalu dibatasi oleh lingkungan rumah) ketika mau sholat biasanya dijamak qashar, kalo tidak sempat ya dia saya sarankan sholat diatas sepeda motor toh berjilbab lengkap. tinggal menepi sebentar untuk bertayammum. lalu saat menemui masjid atau musalla gantian saya yang sholat. kalo saya sih yakin jika Allah memberikan kemudahan atas uzur yang kita punya, selama belum menyerah, apa saja bisa kita lakukan kan?&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>calon istri saya adalah seorang difabel (kaki kirinya menggunakan brace, yang hampir imposible dilepas ditengah perjalanan) kalo saya jalan-jalan kemana (kebetulan saya hobi touring, dan calon saya seneng banget kalo jalan-jalan keluar rumah, biasalah tadinya selalu dibatasi oleh lingkungan rumah) ketika mau sholat biasanya dijamak qashar, kalo tidak sempat ya dia saya sarankan sholat diatas sepeda motor toh berjilbab lengkap. tinggal menepi sebentar untuk bertayammum. lalu saat menemui masjid atau musalla gantian saya yang sholat. kalo saya sih yakin jika Allah memberikan kemudahan atas uzur yang kita punya, selama belum menyerah, apa saja bisa kita lakukan kan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Aank</title>
		<link>http://cakfu.info/2006/09/tuhan-tidak-menerima-tamu-difabel/comment-page-1/#comment-6565</link>
		<dc:creator>Aank</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Dec 2007 03:10:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakfu.info/?p=38#comment-6565</guid>
		<description>&lt;p&gt;Mohon ulasan lebih jauh tentang kriteria-kriteria difabel / gradasi difabel, terkait dengan hak-hak menggunakan sarana khusus yang telah disediakan oleh beberapa gedung public area. saya juga merupakan salah satu insan yang ditakdirkan mengalami ujian kecacatan tubuh (amputasi sebelah tungkai), tapi terus berusaha untuk mandiri dan bahkan berusaha memberi kontribusi mengentaskan pengangguran. tapi sejauh ini belum cukup mampu memikirkan pemberdayaan  kaum difabel.terima kasih.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon ulasan lebih jauh tentang kriteria-kriteria difabel / gradasi difabel, terkait dengan hak-hak menggunakan sarana khusus yang telah disediakan oleh beberapa gedung public area. saya juga merupakan salah satu insan yang ditakdirkan mengalami ujian kecacatan tubuh (amputasi sebelah tungkai), tapi terus berusaha untuk mandiri dan bahkan berusaha memberi kontribusi mengentaskan pengangguran. tapi sejauh ini belum cukup mampu memikirkan pemberdayaan  kaum difabel.terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: annie</title>
		<link>http://cakfu.info/2006/09/tuhan-tidak-menerima-tamu-difabel/comment-page-1/#comment-6071</link>
		<dc:creator>annie</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Oct 2007 17:49:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakfu.info/?p=38#comment-6071</guid>
		<description>&lt;p&gt;asw. kebetulan banget saya sedang menulis tema yang pas banget dengan yang cak fu keluhkan. beberapa waktu lalu saya mendapat pelatihan tentang aksesibilitas fasilitas publik bagi kaum difabel di kota tempat saya bekerja, Banda Aceh. Secara Aceh sedang menjalankan syariat islam, saya jadi teringat dengan fisik masjid/mushola yang seringkali tangganya banyak dan tinggi. tentu saja sulit bagi orang yang memliki keterbatasan gerak, apalagi pakai alat bantu. dalam hal ini tongkat, kruk, apalagi kursi roda. menjawab kebingungan cak fu cs, i dont know why, mungkin Allah swt telah menakdirkan, saya bertanya kepada seorang ustad bagaimana hukumnya kursi roda masuk ke dalam masjid. ternyata jawaban dia adalah BOLEH BANGET. hukumnya adalah kursi roda ini sebagai pengganti kaki. selain itu, sebenarnya dalam bab bersuci (kurang lebih namanya seperti itu), debu dan tanah yang berulangkali dilindas si roda kursi roda hakikatnya telah mensucikan kotoran-kotoran yang sebelumnya menempel. ibaratnya kayak kita kalo tayamum, kan pakai debu tuh. jadi sebenarnya, kata pak ustad temen saya itu, sepatu sebenarnya bisa dipakai untuk sholat dalam hal ini. oia, untuk kursi roda, di masjidil haram sendiri udah ga asing lagi sholat pake kursi roda. dan yang pake kruk ato kaki palsu, kalo sulit melakukan gerakan sholat yang biasanya, kata teman saya itu, lakukan semampu fisiknya bisa. percaya deh, islam itu memberi keringanan kok, sama orang yang normal aja banyak rukhsah, apalagi sama orang yang memiliki special needs. sayangnya, tidak semua orang tahu masalah ini, itu juga sulitnya, kalaupun kita tahu, sedangkan orang sekitar belum, jadinya mereka nanti menolak atau mengira islam aliran sesat lagi, hehehe ... makanya, masyarakat harus dibuat ngerti dulu soal yang satu ini. kalo nggak, salah-salah terjadi penolakan. oia, katanya indonesia memang sngat ketinggalan dalam hal aksesibilitas masjid bagi orang cacat ini. tetangga terdekat, malaysia udah jauh lebih dulu beri fasilitas ini bagi kaum difabel. btw, beliau tinggal di malaysia almost kalo ga salah 15 tahunan lah.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asw. kebetulan banget saya sedang menulis tema yang pas banget dengan yang cak fu keluhkan. beberapa waktu lalu saya mendapat pelatihan tentang aksesibilitas fasilitas publik bagi kaum difabel di kota tempat saya bekerja, Banda Aceh. Secara Aceh sedang menjalankan syariat islam, saya jadi teringat dengan fisik masjid/mushola yang seringkali tangganya banyak dan tinggi. tentu saja sulit bagi orang yang memliki keterbatasan gerak, apalagi pakai alat bantu. dalam hal ini tongkat, kruk, apalagi kursi roda. menjawab kebingungan cak fu cs, i dont know why, mungkin Allah swt telah menakdirkan, saya bertanya kepada seorang ustad bagaimana hukumnya kursi roda masuk ke dalam masjid. ternyata jawaban dia adalah BOLEH BANGET. hukumnya adalah kursi roda ini sebagai pengganti kaki. selain itu, sebenarnya dalam bab bersuci (kurang lebih namanya seperti itu), debu dan tanah yang berulangkali dilindas si roda kursi roda hakikatnya telah mensucikan kotoran-kotoran yang sebelumnya menempel. ibaratnya kayak kita kalo tayamum, kan pakai debu tuh. jadi sebenarnya, kata pak ustad temen saya itu, sepatu sebenarnya bisa dipakai untuk sholat dalam hal ini. oia, untuk kursi roda, di masjidil haram sendiri udah ga asing lagi sholat pake kursi roda. dan yang pake kruk ato kaki palsu, kalo sulit melakukan gerakan sholat yang biasanya, kata teman saya itu, lakukan semampu fisiknya bisa. percaya deh, islam itu memberi keringanan kok, sama orang yang normal aja banyak rukhsah, apalagi sama orang yang memiliki special needs. sayangnya, tidak semua orang tahu masalah ini, itu juga sulitnya, kalaupun kita tahu, sedangkan orang sekitar belum, jadinya mereka nanti menolak atau mengira islam aliran sesat lagi, hehehe &#8230; makanya, masyarakat harus dibuat ngerti dulu soal yang satu ini. kalo nggak, salah-salah terjadi penolakan. oia, katanya indonesia memang sngat ketinggalan dalam hal aksesibilitas masjid bagi orang cacat ini. tetangga terdekat, malaysia udah jauh lebih dulu beri fasilitas ini bagi kaum difabel. btw, beliau tinggal di malaysia almost kalo ga salah 15 tahunan lah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lin</title>
		<link>http://cakfu.info/2006/09/tuhan-tidak-menerima-tamu-difabel/comment-page-1/#comment-5179</link>
		<dc:creator>lin</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jul 2007 11:09:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakfu.info/?p=38#comment-5179</guid>
		<description>&lt;p&gt;Bravo!! Luar biasa cak Fu!! Sangat kagum dan terharu membaca tulisan ini... Benar sekali mas! Berjuanglah utk fasilitas umum bagi kaum/golongan minoritas (difabel, istilah mas). Jujur ya mas, jauh sebelum membaca tulisan ini, pernah terlintas juga dipikiran saya ketika melewati sebuah bangunan masjid:.... &quot;Bagaimana seandainya saya pemeluk agama ini, apakah saya bisa masuk ke rumah ibadah ini?&quot;. Karena hal alas kaki tersebut mas, saya memakai alat bantu brisk (bener ga ya nulisnya) di kaki kanan saya sampai sepanjang kaki saya. Semangat mas! Berjuanglah!(adakah yang bisa saya bantu? dengan segala keterbatasan saya) Salut! Bravo!
Syaloom!!&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bravo!! Luar biasa cak Fu!! Sangat kagum dan terharu membaca tulisan ini&#8230; Benar sekali mas! Berjuanglah utk fasilitas umum bagi kaum/golongan minoritas (difabel, istilah mas). Jujur ya mas, jauh sebelum membaca tulisan ini, pernah terlintas juga dipikiran saya ketika melewati sebuah bangunan masjid:&#8230;. &#8220;Bagaimana seandainya saya pemeluk agama ini, apakah saya bisa masuk ke rumah ibadah ini?&#8221;. Karena hal alas kaki tersebut mas, saya memakai alat bantu brisk (bener ga ya nulisnya) di kaki kanan saya sampai sepanjang kaki saya. Semangat mas! Berjuanglah!(adakah yang bisa saya bantu? dengan segala keterbatasan saya) Salut! Bravo!<br />
Syaloom!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: SAMSUDIN</title>
		<link>http://cakfu.info/2006/09/tuhan-tidak-menerima-tamu-difabel/comment-page-1/#comment-554</link>
		<dc:creator>SAMSUDIN</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Mar 2007 13:15:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakfu.info/?p=38#comment-554</guid>
		<description>&lt;p&gt;DI KAMPUNG DESA PRUPUK SELATAN RT. 04 RW 07 KEC. MARGASARI KAB. TEGAL SEDANG MEMBUTUHKAN DANA UNTUKMERENOPASI MESJID YANG SUDAH TUA MOHON BANTUAN DI TRANSFER KE REK. 5540224210 ATAS NAMA SAMSUDIN BCA SEJATI MULIA PASAR MINGGU JAKSEL 12540&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>DI KAMPUNG DESA PRUPUK SELATAN RT. 04 RW 07 KEC. MARGASARI KAB. TEGAL SEDANG MEMBUTUHKAN DANA UNTUKMERENOPASI MESJID YANG SUDAH TUA MOHON BANTUAN DI TRANSFER KE REK. 5540224210 ATAS NAMA SAMSUDIN BCA SEJATI MULIA PASAR MINGGU JAKSEL 12540</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rush_lee</title>
		<link>http://cakfu.info/2006/09/tuhan-tidak-menerima-tamu-difabel/comment-page-1/#comment-49</link>
		<dc:creator>rush_lee</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Nov 2006 10:42:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakfu.info/?p=38#comment-49</guid>
		<description>Cak, jangan bersedih. Allah tidak memandang fisik, rupa, harta hambaNya, tapi yang dipandang-Nya adalah ketaqwaan masing-masing hambanya. Cak dan kawan-kawan yang diffable, berusaha untuk memenuhi panggilan Allah, meskipun dengan fisik yang terbatas, hal ini adalah suatu amalan yang baik,yang insya Allah akan mendatangkan pahala. Anda lebih baik dibandingkan dengan mereka yang normal, tapi tidak memenuhi seruan-Nya untuk menghadap Dzat Yang Maha Adil.
Cak, salam persahabatan dari saudaramu, sesama kaum diffable negeri ini (hawatarihimura@yahoo.com)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cak, jangan bersedih. Allah tidak memandang fisik, rupa, harta hambaNya, tapi yang dipandang-Nya adalah ketaqwaan masing-masing hambanya. Cak dan kawan-kawan yang diffable, berusaha untuk memenuhi panggilan Allah, meskipun dengan fisik yang terbatas, hal ini adalah suatu amalan yang baik,yang insya Allah akan mendatangkan pahala. Anda lebih baik dibandingkan dengan mereka yang normal, tapi tidak memenuhi seruan-Nya untuk menghadap Dzat Yang Maha Adil.<br />
Cak, salam persahabatan dari saudaramu, sesama kaum diffable negeri ini (hawatarihimura@yahoo.com)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agusti Anwar</title>
		<link>http://cakfu.info/2006/09/tuhan-tidak-menerima-tamu-difabel/comment-page-1/#comment-19</link>
		<dc:creator>Agusti Anwar</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Oct 2006 14:14:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakfu.info/?p=38#comment-19</guid>
		<description>Saya terharu membaca entri ini: betul bahwa banyak fasilitas publik, bahkan masjid, yang belum sensitif terhadap &#039;tamu difabel&#039; ini. Moga-moga pelontaran-pelontaran aspirasi seperti ini akan menyentakkan masyarakat umumnya... salam, Anwar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya terharu membaca entri ini: betul bahwa banyak fasilitas publik, bahkan masjid, yang belum sensitif terhadap &#8216;tamu difabel&#8217; ini. Moga-moga pelontaran-pelontaran aspirasi seperti ini akan menyentakkan masyarakat umumnya&#8230; salam, Anwar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Emanuel Setio Dewo</title>
		<link>http://cakfu.info/2006/09/tuhan-tidak-menerima-tamu-difabel/comment-page-1/#comment-16</link>
		<dc:creator>Emanuel Setio Dewo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Oct 2006 03:40:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakfu.info/?p=38#comment-16</guid>
		<description>Salam kenal Cak.

Saya turut prihatin. Tetapi Tuhan selalu menerima umat yang datang pada-Nya. Maksudnya adalah benar-benar datang kepada Allah, bukan hanya sekedar datang ke tempat ibadah.

Salam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal Cak.</p>
<p>Saya turut prihatin. Tetapi Tuhan selalu menerima umat yang datang pada-Nya. Maksudnya adalah benar-benar datang kepada Allah, bukan hanya sekedar datang ke tempat ibadah.</p>
<p>Salam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
