Мария 35 новосибирск знакомства Карта сайта Карта сайта Порнографические знакомства Карта сайта Карта сайта Эмо сайт знакомств Карта сайта Карта сайта Знакомства тверская область конаково Карта сайта Карта сайта Цель знакомства виртуальный Карта сайта Карта сайта Сайт знакомств Карта сайта Карта сайта Девушка знакомится первой Карта сайта Карта сайта Асд знакомства Карта сайта Карта сайта Знакомства луганск алчевск Карта сайта Карта сайта Правильное знакомство с девушками Карта сайта Карта сайта Вап майл знакомства Карта сайта Карта сайта Самый модный сайт знакомств Карта сайта Карта сайта Знакомства саратов фото Карта сайта Карта сайта Знакомства г краматорск Карта сайта Карта сайта Сайт знакомств мамбо Карта сайта Карта сайта Знакомства с мужчинами в москве Карта сайта Карта сайта Секс порно ебля онлайн Карта сайта Карта сайта Секс знакомства урюпинск Карта сайта Карта сайта Сайт знакомства тирасполь Карта сайта Карта сайта
Posted by cakfu @ 11:30 on October 3rd 2006

Zakat : Sumberdaya yang terabaikan

Setiap tahun di bulan Ramadhan, Zakat menjadi primadona yang marak dibicarakan orang disampaing puasa yang merupakan isu pokok dibulan Ramadhan. Banyak orang ramai membicarakan Zakat baik melalui artikel, opini dikoran dan majalah ataupun menjadi tema pokok dalam acara ceramah subuh dan dialog menjelang berbuka ditelevisi.

Memang zakat selain menjadi salah satu rukun Islam, Zakat juga memiliki kedudukan sangat penting dalam Al Quran. Oleh karena itu Allah s.w.t meletakkan perintah zakat ini pada posisi kedua setelah sholat. Ada sekitar 30 ayat dalam Al Quran yang menerangkan Zakat dan sekitar 27 ayat diantaranya mencantumkan kata zakat bersamaan dengan perintah sholat. “Aqimish sholaata wa atuzhzhakaata….”. dari sini kita dapat melihat betapa urgennya persoalan zakat ini. Sholat sebagai manifestasi keimanan umat pada sang Khaliq, sementara Zakat merupakan berkas sinar keimanan seorang hamba yang terpancarkan melalui kepedulian sosial.

Sebenarnya inilah inti pokok ajaran Islam. Islam tidak hanya mengutamakan persoalan uhrawi, namun keshalehan spiritual seorang muslim haruslah berimbas pada lingkungan sekitarnya dimana seorang muslim berada. Dengan kata lain seorang Muslim dituntut untuk memiliki keseimbangan relasi antara dengan Tuhan dan dengan sesama manusia“ hablum minal Allaah wa hablum minan naas”

Menurut Masdar F. Masudi, Zakat dan Puasa memiliki dua tujuan yang sama yaitu sebagai sarana pensucian.Puasa adalah sarana untuk mensucikan diri dengan cara mengendalikan nafsu manusia, makan, minum, sex, emosi dan sebagainya. Sedangkan zakat lebih spesifik pada pensucian harta,dimana harta yang kita dapat ada sebagian darinya yang merupakan hak bagi saudara kita yang tercantum sebagai 8 asnaf (penerima zakat).

Pengelolaan Zakat di Indonesia secara teknis sudah tergolong modern dengan pembentukan lembaga-lembaga zakat dan terakhir penulis dengar seorang wajib zakat bisa membayar zakat melalui sms. Namun secara subtansial zakat masih dipahami secara textual atau tradisional. Sebagian obyek atau sasaran Zakat masih merefer pada zaman semasa Rasulullah Muhammad seperti pertanian, emas, perdagangan,peternakan (onta, domba dll). Memang onta pada masa itu menjadi symbol kekayaan yang dibanggakan. Namun sejalan dengan perkembangan zaman tentu hal tersebut perlu untuk disesuaikan. Definisi amwal yang berarti harta benda atau kekayaan dalam kalimat Hudz min amwaalihim shadaqatan tuthahiruhum…... dalam kontext sekarang tentulah harus disesuaikan. Jabatan dan profesi bisa dimaknai sebagai kekayaan karena keduanya dapat menjadi sumber kehidupan dan menghasilkan harta benda sebagaimana onta dan domba di masa Nabi.

Dengan demikian seorang mentri atau presiden tidaklah layak jika hanya mengeluarkan sekian ton beras dan gula setiap tahun yang mereka anggap sebagai zakat mereka. Sedangkan kebanyakan harta yang mereka miliki bukan hanya dari gaji sebagai president, mentri, ataupun pejabat eselon. Namun tak jarang dari mereka yang merangkap sebagai komisaris sebuah perusahaan, memiliki tanah, villa, emas dan deposit di bank. Jika mengikuti ketentuan zakat maka 2.5% dari total harta masing-masing dari mereka harus dikeluarkan sebagai pembayaran zakat. Sebagaimana pernah dilaporkan oleh BPKP (Badan Pemeriksa Kekayaan Pejabat) beberapa tahun lalu ada seorang pejabat yang memiliki total kekayaan 6 milyard atau bahkan lebih. Umpamakan saja 6 milyard dikalikan 2.5 % sudah ada sekitar 150 juta, itu untuk satu pejabat. Asumsinya negara kita mayoritas penduduknya muslim sehingga para pejabatnya pun kebanyakan juga muslim. Hal ini belum termasuk para pedagang, konglomerat, pialang saham, para direktur dan excutive.

Memang Zakat sesungguhnya merupakan potensi ekonomi yang amat besar bagi bangsa Indonesia. Jika kita menengok jumlah muslim yang mayoritas di negara kita maka zakat bisa menjadi solusi bagi pemecahan masalah kemiskinan di Indonesia. Jumlah muslim yang 90% dari total populasi 200 juta, maka anggap saja muslim yang wajib zakat sekitar 60% sehingga ada sekitar 120 juta penduduk. Jika diasumsikan harga 2.5 Kg beras Rp.5000 maka pada malam hari raya Idul Fitri bisa terkumpul uang sebesar 600 milyard rupiah, itu belum termasuk zakat harta, infaq dan shadaqah para orang kaya dan pejabat yang bisa mencapai 150 juta per orang. Jika digabung maka jumlahnya bisa mencapai trilyunan rupiah atau setara dengan APBN kita.

Jika pengelolaan zakat tersebut dapat dilakukan dengan baik maka maka persoalan sosial seperti TKI terlantar, pengungsi, anak jalanan, anak putus sekolah, dan pengangguran akan dapat teratasi. Karena pada dasarnya harta hasil Zakat dapat dikelola menjadi lebih modern dan berdaya guna semisal pemberian beasiswa, pemberian kursus ketrampilan, peminjaman modal usaha dll. Namun sekali lagi yang perlu disayangkan adalah bahwa Zakat masih lebih banyak dimaknai sebagai rutinitas yang tak lepas dari 2.5 Kg beras yang dibayarkan menjelang malam Idul Fitri.

Saya mensarankan kepada pelaku survey kemiskinan agar melakukan research kemiskinan di Indonesia menjelang malam Idul Fitri, bisa dipastikan angka kemiskinan akan turun sangat drastis di malam itu dan jangan melakukan research di hari lain karena seusai shalat Idul fitri angka kemiskinan akan kembali naik sangat drastis pula. Wallahua’lam bishawab

4 Comments »

  1. kalaupun udah terkumpul banyak…biasanya aga susah tuh mendistribusikannya ‘secara tepat’

    Comment by iqbal — 21 September 2007 @ 08:31

  2. assalamu’alaikum
    zakat memang memiliki potensi yang besar untuk pemberddayaan masyarakat miskin namun banyak zakat yang kurang pas pendistribusiannya

    Comment by nurul — 6 October 2007 @ 11:33

  3. artikel yang menarik. Klo boleh saya ingin informasi yang lebih detail mengenai potensi zakat di Indonesia dan pengelolaanya, dan bagaimana sejauh ini zakat dapat menegntaskan kemiskinan. Mungkin bisa memberi referensi buku tau links.
    terima kasih banyak

    Comment by addin — 31 January 2008 @ 14:54

  4. Assalam,
    maaf, boleh gabung pemikiran? kalo boleh saya komentar mungkin karena alat bantu dalam pengumpulan zakat kurang terkoordinir terkecuali baru-baru ini yang pernah saya lihat di tv, entah transtv/trans7, moga aja bisa ditularkan ke daerah2 lain non-kota-kota besar, makasih
    wassalam

    Comment by Denny Fajar Winata — 4 December 2008 @ 16:59

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment