Posted by cakfu @ 01:05 on December 30th 2007

SERIBU MATA

Pada jam 3.30 tiba-tiba telepon berdering nyaring. Daslan bergegas bangun sambil mengucek-ucek matanya yang masih mengantuk. Tidak biasa telepon berdering sepagi ini.

“Ayah meninggal, cepat pulang!.Pemakaman hari ini jam satu siang!”, terdengar suara dari seberang telepon. Suara itu sudah tiga ahun tidak terdengar lagi. Kini tiba-tiba suara itu memenuhi seluruh ruang telinganya. Tidak ada yang berubah dalam nada suara itu. Masih tetap tegas, apa adanya,dan seperti ada jarak yang tidak diketahui berapa jauhnya. Daslan tidak mengetahui secara persis apa yang sebenarnya dirasakan, sedihkah?Gembirakah? Tak tahu! Tapi nada dari seberang telepon itu masih terngiang-ngiang dan mengingatkan Daslan pada sepasang mata yang menatapnya tanpa rasa persahabatan. Selanjutnya nada suara itu juga mengingatkan kepada pasangan-pasangan mata yang lain yang menatapnya dengan seribu wajah.

Daslan membangunkan Darmi isterinya yang masih juga mengantuk.

“Ayah meninggal. Kita mesti pulang. Pemakaman siang nanti”, kata Daslan sambil melipat selimut tebal. Keduanya lalu bangun dan bergegas menyiapkan pakaian serta barang yang harus dibawa.. Paling tidak mereka harus tinggal selama tiga hari di rumah ayahnya di desa Karangkobar.
(more…)

Posted by cakfu @ 10:37 on December 16th 2007

Kritik Pemberdayaan Difabel

Sebut saja Ninu, gadis difabel daksa pada suatu sore didatangi oleh seorang petugas Dinas Sosial Kabupaten. Dia diminta untuk mendaftar menjadi peserta pelatihan menjahit yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial setempat. Ninu sempat menjawab,”Lho pak saya kan sudah dua kali ikut pelatihan”. Kemudian pegawai Dinsos tadi menjawab,”gak apa-apa siapa lagi kalau bukan kamu, susah cari penyandang cacat. Ini datanya harus cepat-cepat dikirim ke pusat”. Akhirnya Ninu pun mengiyakan untuk ikut pelatihan menjahit untuk yang ketiga kalinya dengan materi, guru, dan tempat yang sama. Ninu sudah pernah mendapatkan dua mesin jahit dari hasil pelatihan tersebut, namun sekarang tinggal satu karena salah satu mesin jahit sudah dijual untuk tambahan beli kebutuhan sehari-hari. Bagi Ninu kesempatan ini diterimanya dengan senang hati karena selain bertambah teman, yang jelas koleksi mesin jahitnya pun akan bertambah.
(more…)

Posted by cakfu @ 09:27 on December 16th 2007

Beretika dengan Difabel

Difabel adalah kelompok masyarakat yang memiliki kondisi atau bentuk tubuh serta kemampuan yang berbeda dengan anggota masyarakat yang lain. Oleh karena itu ada tata cara atau etika tersendiri dalam berinteraksi dengan mereka.
(more…)

Posted by cakfu @ 13:35 on December 6th 2007

Pekerjaan yang Layak untuk Kaum Difabel

Tema International Disability Day yang diperingati setiap tanggal 3 Desember pada tahun ini mengambil tema “decent work for people with disabilities”, atau pekerjaan yang layak bagi kaum difabel atau penyandang cacat. Menurut data Dinas Sosial Jatim jumlah difabel di Jawa Timur adalah 79.869 orang sementara untuk kota Surabaya ada sekitar 816 orang. Dari sekian jumlah yang ada hanya sekitar 10% difabel yang mendapatkan pekerjaan yang layak. Selebihnya mereka adalah pengangguran dan bekerja pada sektor non-formal. Hal ini dikarenakan oleh terbatasnya akses lapangan kerja yang tersedia bagi kaum difabel.
(more…)

Posted by cakfu @ 21:43 on December 5th 2007

Kendati Cerdas Tak Bisa Sekolah

Namanya Alfan, usianya tujuh tahun. Kalau sekolah, ia pasti sudah kelas dua SD. Namun bocah berkulit putih ini tidak bisa mengenyam pendidikan formal sebagaimana anak seusianya. Alfan tidak dapat menikmati pendidikan formal selayaknya teman-teman seusianya dikarenakan ia memiliki pendengaran yang menurut ukuran banyak orang disebut tidak “normal”. Kisah nyata yang ditulis oleh Alpha Savitri bukan dimaksudkan untuk mengharubirukan perasaan, namun lebih dimaksudkan untuk memberikan potret nyata prilaku diskriminasi atas kaum difabel.
(more…)

Posted by cakfu @ 17:16 on December 3rd 2007

AKSI HARI DIFABEL

Pada tanggal 2 Desember 2007 , beberapa komunitas yang terdiri dari Paguyuban Daya Mandiri Surabaya (merupakan organisasi yang dibangun oleh keluarga difabel), CONFIDENT (Center on Difabel Community Development and Empowerment), PEKA (Pengembangan Karakter Anak), Kader Pengembangan Karakter Keluarga Sehat (PKKS), Karang Taruna Kalirungkut Surabaya, Komunitas Sten Kali Bratang Surabaya, Gema Nurani Kediri, dan PUSDAKOTA – Universitas Surabaya melakukan pawai bersama memperingati Hari Difabel Internasional. Pawai yang diikuti oleh sekitar 100 orang ini berangkat dari halaman Pusat Pemberdayaan Comunitas Perkotaan –(PUSDAKOTA) – Ubaya pada pukul 06.00 WIB menuju Taman Bungkul Surabaya dengan menempuh jarak 10 km dengan melalui jalan protokol A.Yani Surabaya.
(more…)