Pilgub dan Nasib Kaum Difabel*
Seminggu yang lalu saya bertanya kepada salah seorang teman difabel tentang siapa calon gubernur favoritnya. Ternyata jawabnya di luar dugaan saya, teman saya tersebut tidak memilih satupun cagub dan cawagub Jatim yang sekarang lagi sering muncul di media masa. Ketika saya tanya alasannya, teman saya tadi menjawab sangat sederhana,”Karena dari dulu hingga sekarang tidak satupun gubernur yang peduli dengan keberadaan kaum difabel”. Teman saya tersebut kemudian mencontohkan bagaimana susahnya dia mengakses gedung Kantor Kelurahan di daerahnya ketika dia harus mengurus perpanjangan KTP. Selain itu dari dulu hingga sekarang sarana transportasi yang ada di Surabaya tidak ramah dengan kondisi difabel hingga menyulitkan mobilitasnya. Menurutnya kondisi ini tidak berubah dari tahun ke tahun meskipun gubernurnya sudah berganti beberapa kali.
Ironis memang, namun itulah kenyataannya. Ketika banyak orang sibuk memilih dan memilah calon terbaik untuk duduk sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim, teman saya justeru acuh tak acuh dengan persoalan tersebut. Bisa jadi ini hanya bentuk kekecewaan seorang teman, namun mungkin juga kekecewaan teman saya ini merupakan potret apatisme politik sebagian kaum pinggiran terhadap sistem politik dewasa ini.
(more…)
