<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pilgub dan Nasib Kaum Difabel*</title>
	<atom:link href="http://cakfu.info/2008/04/pilgub-dan-nasib-kaum-difabel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cakfu.info/2008/04/pilgub-dan-nasib-kaum-difabel/</link>
	<description>Berbagi Gagasan untuk Membangun Kesetaraan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Jun 2010 11:38:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: winny</title>
		<link>http://cakfu.info/2008/04/pilgub-dan-nasib-kaum-difabel/comment-page-1/#comment-9437</link>
		<dc:creator>winny</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 04:48:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakfu.info/?p=78#comment-9437</guid>
		<description>&lt;p&gt;saya tersenyum kecut membaca tulisan ini. mohon mampir melihat http://wsetyonugroho.wordpress.com/2008/06/26/yang-terhormat/
sekedar ungkapan hati saya.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya tersenyum kecut membaca tulisan ini. mohon mampir melihat <a href="http://wsetyonugroho.wordpress.com/2008/06/26/yang-terhormat/" rel="nofollow">http://wsetyonugroho.wordpress.com/2008/06/26/yang-terhormat/</a><br />
sekedar ungkapan hati saya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lail</title>
		<link>http://cakfu.info/2008/04/pilgub-dan-nasib-kaum-difabel/comment-page-1/#comment-8810</link>
		<dc:creator>lail</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 10:48:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakfu.info/?p=78#comment-8810</guid>
		<description>&lt;p&gt;benar sekali cak, saya sangat sependapat! saya sangat berharap, mata-mata para pengambil kebijakan terbuka untuk mengakomodir temen2 difable dalam segala kancah dan ranah kehidupan. Begitu pula diri kita endiri, semampu kita mulailah melihat kanan kiri kita, apa yang bisa kita lakukan untuk mengembangkan potensi-potensi temen-temen difabel. Sukses selalu buat kita semua! amin...&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>benar sekali cak, saya sangat sependapat! saya sangat berharap, mata-mata para pengambil kebijakan terbuka untuk mengakomodir temen2 difable dalam segala kancah dan ranah kehidupan. Begitu pula diri kita endiri, semampu kita mulailah melihat kanan kiri kita, apa yang bisa kita lakukan untuk mengembangkan potensi-potensi temen-temen difabel. Sukses selalu buat kita semua! amin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kyan</title>
		<link>http://cakfu.info/2008/04/pilgub-dan-nasib-kaum-difabel/comment-page-1/#comment-8566</link>
		<dc:creator>kyan</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2008 05:44:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakfu.info/?p=78#comment-8566</guid>
		<description>&lt;p&gt;allow cak fu,,
saya sangat tertarik sekali dengan artikel yang anda sampaikan. Meskipun telah ada undang-undang No4 tahun 1997 yang memberi jaminan hak-hak dan perlindungan hukum  bagi dufabel tapi dalam kenyataannya undang-undang tersebut belum terealisasi secara optimal. Kaum difabel masih cenderung dianaktirikan. Mereka tidak dapat memperoleh kesamaan dengan warga lainnya hampir dalam segala bidang kehidupan, terutama dalam penyediaan fasilitas yang seaksesibel mungkin bagi mereka. Kebetulan sekali saya juga akan meneliti tentang implementasi kebijakan mengenai penyediaan fasilitas publik yang akseseibel bagi difabel. Tetapi saya kesulitan untuk mendapatkan bahan-bahan mengenai ini. Untuk itu saya mohon kepad cak fu untuk memberikan informasi berkaitan dengan difabel ini. mksh....&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>allow cak fu,,<br />
saya sangat tertarik sekali dengan artikel yang anda sampaikan. Meskipun telah ada undang-undang No4 tahun 1997 yang memberi jaminan hak-hak dan perlindungan hukum  bagi dufabel tapi dalam kenyataannya undang-undang tersebut belum terealisasi secara optimal. Kaum difabel masih cenderung dianaktirikan. Mereka tidak dapat memperoleh kesamaan dengan warga lainnya hampir dalam segala bidang kehidupan, terutama dalam penyediaan fasilitas yang seaksesibel mungkin bagi mereka. Kebetulan sekali saya juga akan meneliti tentang implementasi kebijakan mengenai penyediaan fasilitas publik yang akseseibel bagi difabel. Tetapi saya kesulitan untuk mendapatkan bahan-bahan mengenai ini. Untuk itu saya mohon kepad cak fu untuk memberikan informasi berkaitan dengan difabel ini. mksh&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alhakim</title>
		<link>http://cakfu.info/2008/04/pilgub-dan-nasib-kaum-difabel/comment-page-1/#comment-8543</link>
		<dc:creator>alhakim</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 05:59:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://cakfu.info/?p=78#comment-8543</guid>
		<description>&lt;p&gt;Saya sependapat dengan teman cak fu. Dari dulu kaum difabel tidak pernah dapat akses terutama terhadap sarana umum. Untuk teman-teman difabel, sudah saatnya kita membuktikan kepada bangsa ini kalau kita juga bisa.
Ingatlah, bahwa &lt;b&gt;Allah itu adil, setiap ada kekurangan pasti kita juga diberi kelebihan&lt;/b&gt;. Nah, optimalkan kelebihan yang kita miliki. Kalau memang pemerintah memang &lt;strike&gt;tidak&lt;/strike&gt; kurang peduli. Jangan terlalu pusing dengan hal itu. CMIIW.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sependapat dengan teman cak fu. Dari dulu kaum difabel tidak pernah dapat akses terutama terhadap sarana umum. Untuk teman-teman difabel, sudah saatnya kita membuktikan kepada bangsa ini kalau kita juga bisa.<br />
Ingatlah, bahwa <b>Allah itu adil, setiap ada kekurangan pasti kita juga diberi kelebihan</b>. Nah, optimalkan kelebihan yang kita miliki. Kalau memang pemerintah memang <strike>tidak</strike> kurang peduli. Jangan terlalu pusing dengan hal itu. CMIIW.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
