Мария 35 новосибирск знакомства Карта сайта Карта сайта Порнографические знакомства Карта сайта Карта сайта Эмо сайт знакомств Карта сайта Карта сайта Знакомства тверская область конаково Карта сайта Карта сайта Цель знакомства виртуальный Карта сайта Карта сайта Сайт знакомств Карта сайта Карта сайта Девушка знакомится первой Карта сайта Карта сайта Асд знакомства Карта сайта Карта сайта Знакомства луганск алчевск Карта сайта Карта сайта Правильное знакомство с девушками Карта сайта Карта сайта Вап майл знакомства Карта сайта Карта сайта Самый модный сайт знакомств Карта сайта Карта сайта Знакомства саратов фото Карта сайта Карта сайта Знакомства г краматорск Карта сайта Карта сайта Сайт знакомств мамбо Карта сайта Карта сайта Знакомства с мужчинами в москве Карта сайта Карта сайта Секс порно ебля онлайн Карта сайта Карта сайта Секс знакомства урюпинск Карта сайта Карта сайта Сайт знакомства тирасполь Карта сайта Карта сайта
Posted by cakfu @ 08:35 on December 3rd 2009

Ironi Peringatan Hari Difabel Internasional

Hari ini saya dikabari teman-teman dari Jakarta kalau dalam rangka memperingati International Disability Day 2009, teman-teman difabel di Jakarta diundang ke Istana Wapres untuk bertemu dengan Wapres baru bapak Budiono. Beberapa teman terlihat sangat senang, bahkan ada salah seorang teman yang update status FBnya kalau dia akan ke Istana Wapres. He..he..gak apa mungkin pengalaman pertama baginya ke Istana.

Saat membayangkan pertemuan tersebut saya jadi pingin ketawa. Bayangan saya teman-teman difabel berbaris masuk ke istana satu per satu mencium tangan pak Wapres. Lalu mereka duduk dan mendengarkan pidato dan nasehat dari pak Wapres. Kira-kira pidatonya begini;”Saudara-saudara sekalian yang saya cintai, selamat datang di Istana, kami senang menyambut kehadiran saudara-saudara sekalian. bla..bla..bla…

Lalu diselipi nasehat:”saya bangga dan salut pada Anda sekalian, meskipun memiliki kekurangan fisik Anda tetap bersemangat. Saran saya teruslah bersemangat dan berjuang, tunjukkan pada yang lain meski dengan kekurangan fisik yang Anda miliki tapi Anda mampu berprestasi”..lalu para hadirin tepuk tangan plok..plok…bahkan ada seorang teman difabel netra duduk di belakang…suit–suit..tambah meriah…

Tak lupa di akhir pidatonya pak Wapres berjanji:”dalam kabinet sekarang kita berencana untuk lebih meningkatkan kualitas hidup teman-teman penyandang cacat,..bla..bla…”

Setelah selesai pidato kemudian Pak Wapres bersama istri dan para menteri yang hadir bersalaman lagi dengan para difabel,ada yang sambil bisik-bisik dengan pak menteri supaya terlihat lebih akrab. Sambil bersalaman par Wapres satu persatu pak Wapres terus membisikkan kata “terus semangat ya!!”.

Sudah deh acaranya, kemudian teman-teman difabel pada pulang, ada yang nyempatin mampir sejenak untuk berfoto di halaman istana Wapres. Maklum belum tentu besok bisa ke sini lagi…he..he..

Setelah sampai di rumah masing-masing para difabel tadi tak lupa untuk bercerita dengan bangganya kepada saudara dan tetangga-tetangganya kalau dia barusaja bertemu dengan Wapres baru bapak Budiono. Trus tetangganya bilang;”wah hebat ya si fulan, meski cacat dia bisa ketemu Wapres…kita aja yang normal belum tentu nich..hebat kamu fulan..hebat..selamat ya..”lalu si Fulan senyum-senyum…

saya ingat 3 tahun yang lalu (2007) saat SBY jadi presiden periode pertama, para difabel juga diundang ke Istana.Hampir sama situasinya dan bahkan isi pidatonya juga tidak banyak berbeda dengan yang saya contohkan di atas, karena memang itu teks pidato standard dalam peringatan HIPENCA. Dulu SBY malah lebih keras janjinya, waktu itu di hadapan para gubernur;”jika dalam waktu setahun ke depan di tiap provinsi tidak ada perbaikan akses terhadap teman-teman penyandang cacat, maka saya akan panggil para para gubernur”. Tapi..puuuuuuuuuuzz…nothing

Ironis memang, setiap peringatan Hari Internasional Penyandang cacat selalu diisi dengan seremonial. Menurut teman saya,itu bentuk pengakuan pemerintah terhadap para difabel. Saya jawab pengakuan tidak begitu bentuknya; lakukan hal yang nyata untuk difabel, angkat satu menteri dari difabel dan perbaiki seluruh fasilitas umum agar lebih ramah terhadap difabel. Kata Iga Mawarni itu “cinta hanya di bibir saja”.

Banyak orang yang caci maki Gus Dur waktu dia jadi presiden. Tapi dia satu-satunya presiden yang punya keperpihakan yang nyata pada para difabel di Indonesia. Beliau tidak pernah bikin acara seremonial tapi aksi yang nyata. Beliau membuat ram di istana sehingga kursi roda dengan mudah dapat masuk istana. Selain itu beliau juga bikin GAUN (Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional) di pusatkan di Stasiun Gambir. Sayang sekali presiden berikutnya (Mega dan SBY) tidak melanjutkannya…

Seremonial yang dilakukan setiap tahun untuk memperingati HIPENCA sampai saat ini tidak mengubah apapun pada kehidupan difabel di Indonesia. Bagi saya itu justeru memperkokoh stigma yang selama ini melekat pada difabel; mahluk yang layak dikasihani dan disantuni. Kegundahan saya;apa teman-teman aktifis difabel tidak menyadari itu semua. Kalu saya yang diundang…akan saya tolak, saya akan duduk di depan Istana dan membawa poster bertuliskan ” negeri ini tidak ramah bagi difabel”.

5 Comments »

  1. Ass wr wb, salam kenal cak, saya juga penca( penyandang cacat), saya juga merasa kurang begitu puas dengan program2 dari pemerintah untuk penca.saya pernah belajar komputer di bbrvbd (balai besar rehabitasi vokasional bina daksa) cibinong. sebuah pusat rehabilatasi terbesar di asia tenggara bantuan dari jepang,jujur walaupun kita sudah punya skill kita tetep di pandang sebelah mata karena pemerintah tidak benar2 menjalankan undang2 yang pernah di buatnya sendiri, seperti setiap perusahaan yang karyawannya lebih dari seratus harus menyertakan penca 1 orang, apa itu berjalan. trus apa sangsinya bagi perusahaan yang melanggar? negara ini banyak undang2 tapi jarang bener2 berjalan sangat sayang….seperti acara seremonial seperti di atas saya kurang yakin akan bener2 terlaksana. apalagi cuma omong doang, yang dah di buat undang2 aja gak di jalanin…

    Comment by Mahfud — 3 December 2009 @ 11:26

  2. Jangan terlalu berharap banyak dengan pemerintah Indonesia, sistem di negara ini memang sudah bobrok. Para pejabatnya pun hanya mengumbar janji mulu. Sudah, saat bagi teman-teman difabel menunjukkan kepada orang lain bahwa “Kami bisa berkarya meskipun tanpa bantuan pemerintah”. If we think we can then we CAN. ganbate

    Comment by seorang difabel — 8 December 2009 @ 23:40

  3. yaaa … itulah Cak, janji2 untuk para Difabel hanya sekedar menjadi wacana bagi pemerintah…. emank betul kalimat terakhir itu : ” negeri ini tidak ramah bagi difabel”.

    Comment by Tulus Budi — 11 December 2009 @ 14:21

  4. benar sekali teman ssaya merasa negri ini bukan untuk kita sepertinya kita di tiadakan,kita bukan minta dikasihani tapi kita ingin tampil sebagai pemenang….kita mampu untuk itu wujud dari penghargaan buat kita semua…….

    Comment by syamsul — 25 December 2009 @ 01:05

  5. mohon ijinnya utk memasukkan tulisan ini di buletin lokal kami di Flores,, trima ksh

    Comment by klara — 12 January 2010 @ 16:40

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment